Doomscrolling Kok Dinormalisasikan?

Demay

Siapa yang merasa Ramadan malah jadi “musim scroll tanpa henti”? Niatnya cuma buka sebentar, eh tahu-tahu sudah 1 jam. Bahkan ada yang bilang, “lagi sekarat-sekaratnya, jadi scroll aja dulu.” Hihi, relate nggak?

Badan lemas, energi turun, akhirnya pilihan paling mudah ya rebahan sambil scrolling. Tinggal pegang ponsel, internet lancar, langsung dapat “healing instan” yang terasa gratis dan effortless. Nggak heran kalau dari anak kecil sampai orang dewasa, semua jadi akrab banget sama kebiasaan ini.

Tapi di balik kemudahan scrolling, ada “harga” yang sering kita abaikan, apalagi di bulan Ramadan.

Apa Saja Dampak Doomscrolling?

Jangka Pendek :

  • Gangguan Kesehatan fisik : Nyeri otot, mata lelah dan gangguan tidur.
  • Gangguan Kesehatan Otak dan Mental : mudah cemas, kecanduan dopamine dan produktivitas menurun.

Jangka Panjang :

  • Brainrot atau pembusukan otak akibat tontonan yang tidak berfaedah.
  • Menurunnya kebugaran tubuh akibat kurangnya aktivitas fisik harian tubuh.

 

Kebayang ya, ternyata banyak kerugiannya daripada keuntungannya! Lalu, harus langsung stop total? Realistisnya, susah!!! Biasanya kuat 1–2 hari, habis itu balik lagi. 

Jadi, solusinya bukan berhenti drastis, tapi mengurangi dan mengganti kebiasaan ini secara perlahan. Yuk mulai dari sini:

  • Ganti Scroll dengan Belajar Skill Baru 

Tidak perlu lama, cukup 30-60 menit aja per hari. Pilih satu skill saja yang akan fokus kita pelajari dan kembangkan. 

Pilihannya bisa:

  • Skill yang kamu suka → bagus untuk kesehatan mental
  • Skill yang dibutuhkan zaman → bagus untuk masa depan

Dua-duanya penting, tapi fokus satu dulu biar konsisten. Daripada overthinking pilih mana, mending mulai aja dulu, kan?

 

  • Atur Ritme, Jangan Maksa

Maunya otak belajar 2 jam, tapi kalau ternyata tubuh hanya mampu 1 jam ya it’s ok, jangan maksa. Kuncinya: sinkronkan otak dan tubuh. Mulai dari yang ringan, biar tubuh merasa nyaman.

So, mari kita mulai dengan hal yang mudah terlebih dahulu. Biarkan tubuh kita merespons dengan nyaman dan senatural mungkin untuk kita pelan-pelan mengatur ulang jadwal belajar kita. Jangan sampai tubuh kecapekan dan malah memicu amigdala mendeteksinya sebagai ancaman, lalu kemampuan belajar kita akan dinonaktifkan lagi.

Masalahnya sering bukan kita tidak pintar, tidak berbakat atau salah pilih skill. Tapi ada di kesalahan manajemen waktu saja. Be wise, okay?

 

  • Waktu Subuh Untuk Upgrade Skill

Siapa di sini yang habis sahur, sholat subuh lalu tidur lagi? Aku, hehe. Jujur aku juga sering tidur lagi. Padahal tidur setelah sahur umumnya memicu gangguan pencernaan seperti kembung, begah dan GERD, dan efek lainnya seperti lemas, sulit fokus dan kenaikan berat badan! Waduh, alarm warning di kepalaku nyala nih! Nguing nguing!

Waktu subuh sebenarnya “golden time” yang sayang kalau dilewatkan. Nggak perlu berat, cukup gunakan sebentar untuk:

  • Baca materi ringan
  • Nonton video edukasi
  • Latihan skill sederhana

 

  • Mulai dari yang Aksesnya Mudah

Kalau bingung mulai dari mana, cari platform belajar yang praktis dan fleksibel. Aku punya rekomendasi nih! Ada dua cara, yakni berdasarkan bidang yang diminati atau berdasarkan cara belajarnya. Ibu tidak perlu bingung cari dimana, karena keduanya ada di Ibu Punya Mimpi!

Di Ibu Punya Mimpi, Ibu bisa coba beragam skill yang pastinya bakal dipakai setiap hari dan atau menambah keterampilan. Khususnya di bidang marketing, belajar bisnis dan self-development. Di IPM juga tersedia beragam cara belajar. Mulai dari course, bootcamp sampai event! Waah fleksibel juga ya! Bisa menyesuaikan kebutuhan dan kesibukan kita setiap hari.

Ada juga pilihan gratis dan berbayar, jadi bisa disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi kita. Cocok banget buat yang mau mulai pelan-pelan tanpa tekanan. Belum pernah sebingung ini mau coba asah skill apa? Bingung pilih atau mau coba semua nih hayoo? Hihihi.  Apapun pilihan bunda, yang penting ingat niat awalnya ya, mau kurangi scrolling hp demi kesehatan lahir batin. Dan jadi contoh baik untuk buah hati di rumah.

 

---

 

Kenalin, aku Demay (27), seorang IRT dari Kebumen, Jawa Tengah, full-time mom untuk dua jagoan kecil (6 & 1 tahun).  Di sela kesibukan rumah, aku juga aktif sebagai content creator, freelance writer, dan voice over talent pemula. Aku jatuh cinta sama dunia Harry Potter, senang belajar bahasa Inggris, dan punya passion besar di dunia self-development.