Macam Air Putih : Terlihat Kosong, Aslinya ‘Penuh’

Demay

Career break = pengalaman kosong? Coba cek ‘hidden resume’ ibu selama di rumah!

Memang secara kasatmata, ibu terlihat ‘break’. Namun, bukan berarti kosong. Menjadi seorang ibu adalah suatu peran yang tiada habisnya. Meski kita sedang tidak bekerja atau berkarya, jangan remehkan semua hal yang ibu lakukan di rumah! Justru inilah yang jadi ‘hidden resume’ ibu!

 

  • Mengatur Keuangan & Belanja Bulanan

Perlu hire ahli keuangan buat ngatur budget rumah tangga? Ya enggak dong, auto membengkak pengeluaran, hehe. Ibu bisa melakukannya sendiri, bahkan dari nol. Walau belum bisa, ibu tetap bisa belajar tahapannya secara mandiri melalui youtube atau sosial media lainnya. Jangan khawatir, ibu cukup perlu mempelajari dasarnya saja seperti mencatat pendapatan dan pengeluaran saja, kok.

Kedengarannya memang simple, tetapi kegiatan mencatat keuangan bisa berdampak besar. Ibu bisa menjadi lebih peka terhadap pengeluaran sekecil apapun. Ibu pun menjadi lebih disiplin. Jika sudah terbiasa, maka proses manajemen keuangan akan jauh lebih mudah dilakukan.

 

  • Menenangkan Anak Tantrum

Siapa yang kira menenangkan anak tantrum adalah persoalan sepele? No. Itu butuh kesiapan mental dan kesabaran tentunya. Ibu harus memahami banyak hal : penyebab anak tantrum, berapa lama durasi tantrum, intensitas dan jenis tantrumnya, sampai cara terbaik untuk menenangkan si kecil.

Persoalan penting lainnya adalah kesiapan mental ibu sendiri, ketenangan saat panik dan pengelolaan emosi ibu. Belum lagi perasaan malu jika anak tantrum di tempat umum, banyak orang yang menoleh pada ibu dan anak dengan tatapan risih bahkan sinis—auto makin panik! Yang paling menguji kesabaran adalah saat orang tua atau mertua ikut campur dalam mendidik anak. Misalnya, si kakek atau nenek membelikan permen, es krim, atau cokelat agar anak diam secara instan. Padahal ibu tahu itu bukan solusi jangka panjang. Mendiamkan anak sejenak juga bertujuan untuk melatih anak mengelola emosinya sendiri.

Semua proses ini memang melelahkan, baik secara fisik maupun emosi. Tapi dari sinilah mental ibu ditempa. Tanpa sadar, ibu sedang melatih ketahanan diri yang akan sangat berguna saat kembali ke dunia kerja nanti.

 

  • Mengatur Jadwal Les, Menu Makan dan Beberes

Manajemen waktu adalah skill yang tidak bisa diwujudkan dalam satu malam saja. Ini adalah proses panjang dari latihan-latihan kecil dan konsisten setiap hari. Ibu bisa mulai dari mengatur jadwal harian dan mingguan. Jadwal arisan, olahraga, pengajian, hingga jadwal les anak. Tidak ada tips bagaimana cara melakukannya. Ibu hanya perlu terbiasa saja. Sehingga saat ibu nanti kembali berkarya, sudah lihai soal manajemen waktu.

Mengatur menu makan harian juga penting. Ini adalah kesempatan untuk memahami kebutuhan suami dan anak-anak. Ibu menyesuaikan keinginannya sendiri dipadukan dengan selera mereka yang berbeda, dan menghadapi “drama dapur” sehari-hari. Dari sini, ibu belajar empati dan komunikasi, kedua skill penting di dunia kerja. 

Lalu soal beberes rumah. Inilah “arena latihan” yang sesungguhnya. Di sini, semua skill kepakai sekaligus: manajemen waktu, emosi, fisik, dan multitasking. Waktu paling menantang adalah pagi hari. Menyiapkan sarapan, kebutuhan sekolah anak sampai persiapan suami berangkat kerja. Semua dilakukan dalam waktu terbatas. Setelah mereka berangkat, masih ada “to-do list” panjang menunggu di rumah. Apalagi kalau punya bayi atau toddler—beres, lalu berantakan lagi. Capek? Pasti. Tapi di sinilah daya tahan ibu terlatih.

 

  • Solusi Saat Darurat

Gas habis di pagi hari di tengah proses masak di hari kerja. Tak perlu dibayangkan, hal ini kerap terjadi. Anak dan suami harus sarapan tapi ibu perlu sigap membeli gas terlebih dahulu. Kecepatan ibu adalah penentu hari mereka, apakah akan terlambat atau bisa tepat waktu. Ibu akan sadar betapa pentingnya memiliki cadangan gas penuh untuk mengantisipasinya.

Belum lagi saat anak sakit. Ibu harus gerak cepat, beli obat, ke apotek, atau ke puskesmas. Ditambah drama anak susah makan atau minum obat. Oh no lengkap sudah drama kali ini. Otak ibu ada di mode bertahan, fisik capek, dan emosi terkuras.  dan fisik ibu ikutan lemah. Dari pengalaman ini, Ibu nanti akan memiliki mode “siap siaga”. Dituntut lebih peka dan siap menghadapi situasi tak terduga.

Jadi, masa career break bukanlah masa kosong seperti yang terlihat : di rumah saja tanpa bekerja. Sebaliknya, career break ibu adalah satu momen emas di mana semua keterampilan diri ditempa bersamaan. Saat ibu kembali bekerja atau berkarya nanti, pribadi ibu sudah upgrade. Yuk, belajar personal branding bareng Ibu Punya Mimpi, supaya Ibu lebih siap berkarya! (DMY/OPP).

 

*

 

Kenalin, aku Demay (27), seorang IRT dari Kebumen, Jawa Tengah, full-time mom untuk dua jagoan kecil (6 & 1 tahun). Di sela kesibukan rumah, aku juga aktif sebagai content creator, freelance writer, dan voice-over talent pemula. Aku jatuh cinta sama dunia Harry Potter, senang belajar bahasa Inggris, dan punya passion besar di dunia self-development.